Tuesday, January 31, 2017

World Health Organization

Mengenal Organisasi dunia yaitu : World Health Organization

A.PENGENALAN


World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia didirikan pada tanggal 7 April 1948 dan bermarkas di Jenewa, Swiss.
Sebelumnya, konstitusi mengenai WHO telah ditandatangani oleh 61 negara anggota Liga Bangsa-bangsa pada 22 Juli 1946.
WHO merupakan organisasi bagian dari PBB dan didedikasikan untuk mendeteksi, mencegah, dan mengendalikan penyakit di dunia serta sebagai badan respon terhadap bencana.
Selain kerja lapangan, WHO juga melakukan penelitian dengan tujuan memahami penyakit menular dan mengembangkan pengobatan yang lebih efektif.
Organisasi ini juga berpartisipasi dalam program global yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit menular, terutama HIV, TBC, dan penyakit lainnya.

B.TUJUAN 

Tujuan dari WHO, sebagaimana diatur dalam piagam, adalah menuju keadaan sehat yang menyeluruh.
WHO menetapkan bahwa kesehatan bukan hanya keadaan tanpa penyakit fisik, tapi juga mencakup kesehatan mental dan kesejahteraan sosial.
Itulah sebab, fokus WHO tidak hanya terbatas pada pemberantasan penyakit, tetapi juga pada upaya meningkatkan gizi, kondisi sosial, dan kesehatan mental bagi warga di seluruh dunia.

Meskipun sebagian besar kegiatan WHO berlangsung di negara berkembang, petugas organisasi dapat pula ditemukan bekerja di beberapa negara maju.
WHO menerapkan banyak protokol manajemen penyakit dalam upaya membakukan respon penyakit dan membuatnya lebih efektif.
Bekerja sama dengan organisasi lain seperti American Centers for Disease Control, WHO bertugas menanggapi wabah dan juga mendesain sistem seperti Directly Observed Therapy Shortcourse (DOTS) yang diperuntukkan bagi pengobatan TBC.
Standar operasi ekstensif tentang bagaimana menangani penyakit menular memungkinkan petugas WHO merespon dengan cepat dan efektif di seluruh dunia.
Organisasi ini juga aktif di lokasi pengungsian dan di daerah bencana, menerapkan prosedur untuk mencegah wabah penyakit sekaligus menangani kasus penyakit menular yang sudah berlangsung.
Agar kegiatan selalu terkoordinasi, perwakilan WHO melaporkan apa yang dilakukannya ke kantor pusat sehingga memudahkan tindak lanjut.
WHO bekerja sama dengan berbagai organisasi non-pemerintah serta instansi pemerintah dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi untuk semua warga global.
Organisasi ini memiliki sistem pelaporan penyakit yang paling lengkap dan jaringan kontrol ekstensif karena jaringan kerja sama yang dimilikinya.
WHO mengakui bahwa munculnya penyakit menular di suatu bagian dunia adalah ancaman bagi semua warga dunia, sehingga diperlukan respon cepat, pengobatan serta pencegahan yang komprehensif.

Monday, January 30, 2017

Mengenal penyakit virus Zika

PENDAHULUAN

Virus Zika yang telah menginfeksi manusia dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti demam,nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah), dan ruam. Gejala-gejala penyakit Zika dapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.Virus Zika pertama ditemukan pada seekor monyet resus di hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947. Virus Zika kemudian ditemukan kembali pada nyamuk spesies Aedes Africanus di hutan yang sama pada tahun 1948 dan pada manusia di Nigeria pada tahun 1954. Virus Zika menjadi penyakit endemis dan mulai menyebar ke luar Afrika dan Asia pada tahun 2007 di wilayah Pasifik Selatan. Pada Mei 2015, virus ini kembali merebak di Brazil. Penyebaran virus ini terus terjadi pada Januari 2016 di Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, Afrika, dan Samoa (Oceania). Di Indonesia sendiri, telah ditemukan virus Zika di Jambi pada tahun 2015.


Penyebab Virus Zika

Penyebab penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever) adalah virus Zika. Virus Zika termasuk dalam garis virus flavivirus yang masih berasal dari keluarga yang sama dengan virus penyebab penyakit dengue/demam berdarah.
Virus Zika disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini menjadi terinfeksi setelah menggigit penderita yang telah memiliki virus tersebut. Nyamuk ini sangat aktif di siang hari dan hidup serta berkembang biak di dalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air.
Walaupun jarang, virus Zika dapat ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika berkemungkinan ditularkan dari seorang ibu hamil pada janin di dalam kandungannya. Dapat pula bayi tertular pada waktu persalinan.Hingga saat ini, kasus penularan virus Zika melalui proses menyusui belum ditemukan sehingga ahli medis tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk tetap menyusui bayinya.
Selain itu, terdapat beberapa laporan virus Zika yang penularannya terjadi melalui tranfusi darah dan hubungan seksual.

Gejala Virus Zika

Selain gejala umum yang telah disebutkan, gejala lain virus Zika yang ditemukan adalah sakit kepala, nyeri di belakang mata, dan lelah. Gejala ini umumnya bersifat ringan dan berlangsung hingga sekitar satu minggu.
Mengenai periode inkubasi virus Zika masih belum diketahui, namun kemungkinan berlangsung hingga 2-7 hari semenjak pasien terpapar virus ini (terkena gigitan nyamuk penjangkit). Dari lima orang yang terinfeksi virus Zika, satu orang menjadi sakit akibat virus ini. Walaupun jarang, dapat terjadi kasus berat yang memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit, bahkan kematian.
Transmisi virus Zika yang terjadi di dalam kandungan dikaitkan dengan terjadinya mikrosefali dan kerusakan otak pada janin. Mikrosefali adalah kondisi dimana lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normal.

Diagnosis Virus Zika

Melihat dari gejala yang menyerupai banyak penyakit lain, pemeriksaan terhadap rute perjalanan yang pernah dilakukan oleh pasien, khususnya ke area-area yang memiliki kasus infeksi virus Zika dapat membantu mempersempit diagnosis. Dokter mungkin akan menanyakan area, waktu, dan aktivitas saat melakukan kunjungan ke daerah tersebut.
Dokter dapat melakukan tes darah untuk mendeteksi asam nukleat virus, mengisolasi virus, atau uji serologis. Selain melalui pengambilan darah yang biasanya dilakukan pada 1-3 hari setelah gejala muncul, urine dan air liur juga dapat menjadi bahan uji pada hari ketiga hingga hari kelima.

Pengobatan Virus Zika

Pengobatan virus Zika difokuskan kepada upaya mengurangi gejala yang dirasakan oleh pasien karena vaksin serta obat-obatan penyembuh penyakit ini belum ditemukan. Pengobatan terhadap gejala yang dialami dapat berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk meredakan demam dan sakit kepala, serta istirahat yang cukup. Penggunaan aspirin dan obat anti peradangan nonsteroid lainnya tidak direkomendasikan sebelum kemungkinan pasien terkena dengue dapat dihilangkan.
Bagi pasien yang telah terinfeksi virus Zika diharapkan untuk menghindari gigitan nyamuk selama terjangkit virus ini karena virus Zika yang dapat bertahan lama di dalam darah penderita dapat menyebar ke orang lain melalui gigitan nyamuk.

Pencegahan Virus Zika

Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang bisa membantu Anda terhindar dari infeksi virus Zika. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus Zika, antara lain:
  • Memastikan tempat yang Anda tinggali memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke ruangan.
  • Gunakan kelambu pada tempat tidur jika area yang Anda kunjungi tidak memiliki hal di atas.
  • Gunakan baju dan celana berlengan panjang
  • Gunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency (EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi yang terlampir akan memberikan informasi mengenai pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi pengaplikasian.
  • Bayi yang berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan penolak serangga ini sehingga Anda harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk.
  • Gunakan juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, dan gendongan atau alat pengangkut bayi lainnya.
  • Perhatikan area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut, dan tangan.
  • Pilihlah perawatan, pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan produk ini pada kulit.
  • Pelajari juga informasi mengenai daerah yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus Zika.
  • Lakukan tes virus Zika sekembalinya Anda, khususnya perempuan hamil, dari daerah penyebaran virus Zika.